Sebagai bahasa pergaulan internasional, bahasa Inggris memang sudah jadi bagian dari kehidupan kita. Namun sayangnya, Indonesia masih kalah dalam hal penggunaan bahasa Inggris dibanding Singapura. Untuk itulah mempelajari bahasa Inggris secara baik dan benar menjadi sebuah peluang usaha yang besar serta menjanjikan.
Bertempat di Hotel Santika, Kamis (9/6) lembaga kursus bahasa Inggris berpengalaman lebih dari 20 tahun, English Language Training International (ELTI) Gramedia membuka kesempatan franchise. “Dengan biaya franchise fee 200 juta Rupiah diperkirakan modal akan kembali pada tahun ketiga. Keunikan ELTI juga didukung oleh grup perusahaan besar, memiliki training center untuk tenaga pengajarnya serta pendampingan dan peningkatan kualitas SDM secara berkala,” ujar Jerry Udampo selaku Direktur Franchise ELTI Gramedia.
Kesempatan franchise ini terbuka untuk perorangan maupun lembaga. Peter Budiman, salah satu pembeli franchise ELTI Gramedia mengungkapkan ketertarikannya karena melihat ada potensi besar dalam bisnis ini. “Bahasa Inggris akan menjadi bahasa yang semakin sering kita gunakan. Untuk itu kebutuhan tempat kursus dan lembaga yang memadai pasti akan dicari banyak orang,” ujarnya.
Pakar dan konsultan keuangan, Mike Rini mengatakan, pilihan investasi bisnis di bidang pendidikan ini adalah sebuah cara yang kreatif. “Segala kerepotan dan kesusahan dalam membangun brand awareness di awal lahirnya sebuah usaha akan diminimalisir dengan franchise. Selain itu, pelaku franchise juga tidak perlu khawatir karena akan terus mendapat bimbingan dan pelatihan dari pemberi franchise hingga masa kontrak selesai. Bisnis dengan system franchise di dunia pendidikan ini dapat dijadikan salah satu pilihan investasi kita,” ujar Mike.
ELTI sendiri telah hadir di Indonesia sebagai lembaga kursus bahasa Inggris sejak tahun 1981 dan kemudian bergabung dengan grup Kompas Gramedia tahun 1989. Jumlah siswa dan lulusannya sudah mencapai ratusan ribu dan tersebar di seluruh Indonesia. ELTI Gramedia juga mengadakan program English for Nurses and Midwives dan menjadi program wajib di beberapa akademi perawatan, rumah sakit dan instansi terkait lainnya. (yuk)

No comments:
Post a Comment