Jendral Choi Hong Hi

Si jago beladiri dari seluruh penjuru dunia versi rapinya





Sejarah Taekwon-Do dimulai ketika restorasi Meiji dimulai di Jepang. Jepang yang tadinya adalah negara tertutup di paksa untuk membuka negaranya bagi dunia luar oleh Commodore Perry dari Amerika. Jepang kemudian menjadi negara maju dengan masuknya kebudayaan barat ke Jepang. Tahun 1894 Jepang mengalahkan China dan Rusia , kemudian ditahun 1910 menduduki semenanjung Korea. Korea dijajah oleh Jepang selama 35 tahun sampai akhir perang Dunia ke dua tahun 1945.
Pada tanggal 9 November 1918 Choi Hong Hi lahir. Ketika masih kecil orang-tua Choi mengirimnya untuk belajar kaligrafi kepada master Han Il Dong yang juga dikenal sebagai guru seni beladiri kuno Korea Taek Kyon. Mr Han juga mengajarkan Taek Kyon kepada Choi Hong Hi untuk menguatkan tubuh Choi yang lemah dan sering sakit-sakitan .
Pada tahun 1937 Choi dikirim ke Jepang untuk belajar kebudayaan barat. Di Kyoto ia mempelajari Karate dibawah bimbingan Master Guchin Funagoshi, pendiri aliran Shotokan. Ia mencapai tingkatan sabuk hitam Dan 2 dan mulai mengajar Karate di YMCA Tokyo.
Pada akhir tahun 1942, banyak mahasiswa Korea di Jepang yang dipaksa menjadi tentara Jepang untuk dikirim ke medan perang. Choi dipaksa masuk ketentaraan Jepang dan dikirim ke Seoul Korea untuk dididik latihan dasar. Kemudian ketika ia ditempatkan di Pyong Yang ia ditangkap oleh tentara Jepang karena merencanakan untuk memberontak dan bergabung dengan gerakan bawah tanah Tentara Pembebasan Korea yang ingin mengusir pendudukan Jepang di Korea. Selama di penjara ia melatih dan mendalami ilmu beladiri yang dipelajarinya ( Taek Kyon dan Karate ) , teman satu sel dan teman penjara lainnya yang tertarik kemudian menjadi muridnya dan akhirnya seluruh halaman penjara menjadi tempat latihan.
Tiga hari sebelum hukuman mati atas Choi dilaksanakan, pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang kalah perang dan pendudukan Jepang atas Korea berakhir. Choi dibebaskan dan bergabung dengan militer Korea yang baru dibentuk .
Pada awal karir militernya ditahun 1946 ia ditunjuk untuk memimpin ‘Resimen keempat’ di kota Kwang Ju. Di kota ini organisasi Kepolisian jauh lebih maju dari ketentaraan, petugas polisi lebih berkuasa dari tentara. Karena itu untuk manaikkan moral dan mental tentaranya Choi mengajarkan ilmu beladiri Tang Soo (yang nantinya menjadi cikal bakal taekwon_do) sebagai bagian dari latihan resimen Kwang Ju.
Tahun 1947 Choi dipromosi menjadi Kapten, kemudian diangkat menjadi mayor pada tahun 1948. kemudian ia ditunjuk sebagai pimpinan logistik dan dipindah ke Seoul. Di Seoul Choi mengajar beladiri di Sekolah Polisi Militer Amerika, beladiri inilah yang dikemudian hari ia beri nama Taekwon-Do. Pada akhir tahun 1848 pangkatnya dinaikkan menjadi letnan kolonel.
Pada tahun 1949 Choi dipromosi menjadi Kolonel dan ditugaskan untuk belajar di sekolah militer di Amerika Serikat. Choi memperkenalkan Tang Soo kepada publik di Amerika. Pada tanggal 23 Juni 1950, dua hari sebelum perang Korea pecah Choi diwisuda dan kembali ke Korea.
Ia mendapat tugas untuk mendirikan Sekolah Pendidikan Perwira. Master Lee Won Kuk pendiri Chung Do Kwan menemui Choi dan menyerahkan kepemimpinan Chun Do Kwan kepadanya. Tahun 1951 Choi dipromosi menjadi Brigadir Jendral.
Pada bulan September 1953 General Baek Sun Yub, Kastaf Angkatan Bersenjata Korea meminta Choi untuk mendirikan divisi infanteri ke 29 yang disebut “Fist Division” atau “Ik Keu Division”. General Choi lalu merekrut Master Nam Tae Hee dan Master Han Cha Kyo untuk membantunya melatih para tentara dengan ilmu beladiri Tang Soo.
Pada perayaan hari ulang tahun pertama Fist Division di tahun 1954, Presiden Korea Seung Man Rhee yanh hadir pada perayaan tsb. sangat terkesan menyaksikan demontrasi Tang Soo dan mengira bahwa itu adalah Taek kyon. Presiden Rhee memerintahkan agar semua tentara Korea dilatih Taek Kyon. Choi Hong Hi menjelaskan kepada prseiden Rhee bahwa Tangsoo tidak sama dengan taek kyon. Ia kemudian mendirikan Oh Do Kwan dan memerintahkan agar master Nam Tae Hee melatih semua tentara Korea dengan Tang Soo. Pada akhir tahun 1954 Choi dipromosi menjadi mayor jendral.
Setelah 9 tahun lamanya mengadakan riset akhirnya pada tahun 1955 Choi Hong Hi memperkenalkan nama Taekwon-Do sebagai seni beladiri Korea. Ketika nama Taekwon-Do diajukan kepada presiden Rhee awalnya presiden menolak dan tetap menginginkan nama Taek Kyon. Namun setelah dijelaskan bahwa Taekwon-Do adalah seni beladiri baru yang sangat berbeda dengan Taek kyon maupun Tang Soo, akhirnya presiden Rhee setuju dengan nama Taekwon-Do dan memerintahkan agar semua tentara korea dilatih Taekwon-Do.
Pada akhir musim semi tahun 1959, Choi mengundang para pimpinan aliran besar beladiri yang ada di Korea datang kerumahnya, No Byung Jik mewakili aliran Song Moo Kwan; Yoon Kwee Byung dari Ji Do Kwan; Lee Nam Suk dari Chang Mu Kwan; dan Hwang Ki mewakili Moo Duk Kwan ; dan Generla Choi sendiri mewakili Oh Do Kwan dan Chung Do Kwan. Akhirnya semua pemimpin setuju untuk menggunakan nama Taekwon-Do sebagai seni beladiri nasional Korea menggantikan semua nama aliran yang ada dan Korea Taekwon-Do Association (KTA) akhirnya terbentuk dan General Choi Hong Hi terpilih sebagai presiden.
General Choi wafat tanggal 16 Juni 2002. Cita-cita nya adalah mempersatukan kedua aliran Taekwon-Do ITF dan WTF. Korea Utara adalah anggota dari ITF dan Korea Selatan adalah anggota dari WTF. Dengan bersatunya ITF dan WTF maka akan membantu penyatuan kembali ( unifikasi ) Korea Utara dan Korea Selatan.

No comments:

Post a Comment