Si jago beladiri dari seluruh penjuru dunia versi rapinya

- SIAPA MENGIRA pria kelahiran Gorontalo 23 Juli 1981 ini mengawali karir sebagai pelayan sebuah Hotel dibilangan Mangga Dua. Namun, berkat skill-nya dalam berkelahi alias beladiri justru menghantarkannya membintangi sejumlah iklan dan film action berjudul Sang Dewi serta Demi Dewi. Di film Sang Dewi, leleki bertampang baby face ini meraih penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik di Indonesia Movie Award 2008 silam.
Dia adalah Volland Zulfikar Humonggio. Mendengar namanya, tentu kita bertanya-tanya lantaran cukup unik. Menurut Volland, nama Humonggio adalah nama keluarga. Sementara Zulfikar nama pemberian sang ayah. Berhubung sang Kakek masih keturunan Holland, nama itupun dipakai. Volland menghabiskan masa kecil dibeberapa tempat. Lahir di Gorontalo tak membuatnya menempuh pendidikan awal di sana. Dari taman kanak-kanak sampai duduk di bangku kelas empat sekolah dasar dirasakannya di Kota Samarinda. Ia ikut pamannya yang bekerja di sana. Baru kemudian Volland ke Gorontalo melanjutkan sekolah menengah pertama. Itupun tidak berlangsung lama, karena hanya sampai di kelas dua.
Kelas tiga Volland menyambung di Yogyakarta sampai tamat sekolah menengah atas bersama sang Kakak. Setelah itu, melanjutkan pendidikan di bidang perhotelan di LM Patra, Jakarta. Berbekal ijasah perhotelan, ia pun bekerja menjadi waiter dan digeluti selama satu tahun.
Volland mendapat tawaran di tempat lain menjadi manager quality export rotan ke Rusia dan Bulgaria. Pekerjaan ini tidak bertahan lama karena terlanjur mendapat tawaran membintangi sejumlah iklan. Awalnya Volland merasa minder karena model identik dengan fisik. Apalagi saat casting beberapa pria lebih tinggi darinya.
Beruntung Volland terpilih lantaran sang client mengetahui Volland memiliki skill. Sejak itu, ia lebih suka membintangi iklan yang mengutamakan skill ketimbang tampang. Saat mendapat tawaran casting iklan pun, dirinya sering menanyakan apakah yang dicari memerlukan akrobatik. Jika tidak, ia enggan mengikuti. Terbukti, Volland berani meninggalkan sebuah casting iklan demi film action Sang Dewi.
Dirinya mendatangi pihak yang menghubunginya untuk bermain di Sang Dewi. Ketika sampai para pemain sedang melakukan reading. Sebagai orang baru, Volland merasa ‘jiper’ karena semua memandang kearahnya. Ia pun bertemu sutradara, Dwi Ilalang. Ia mendapatkan peran petinju bisu. Untuk mendalami peran, Volland melakukan puasa bicara selama satu minggu.
Itu atas masukan beberapa seniornya. Tak dinyana saran mereka membuat Volland benar-benar merasakan menjadi petinju bisu. Aksi Volland berbuah manis, ia mendapatkan penghargaan Pendatang Baru Terbaik di Indonesia Movie Award 2008.Sementara di dunia film, Volland mengidolakan Barry Prima. Di mata Volland Barry merupakan pemain action bagus di Indonesia. Volland mengetahui Barry dari kampung halamannya. Maklum kala itu, di kampung halamannya sering memutar film Barry Prima.
"Dulu kan ada mobil datang ke desa-desa. Melalui pengeras suara mereka bilang, saksikanlah film ini nanti malam," kenang Volland.
Mereka hanya memutar dua film, film Rhoma Irama dan Barry Prima. Volland tertarik dengan Barry Prima, ia pun berjanji suatu saat akan seperti Barry Prima seraya menunjuk gambarnya.
Berhubung Barry memiliki basic beladiri, ia pun mempelajari beladiri. Berkat kepiawaiannya dalam beladiri menjadikan Volland seorang petarung. Ia mengikuti berbagai kejuaraan seperti Tai Boxing, Taekwondo, Wushu, Karate dan Tinju.
Kemudian Volland mempelajari Capoeira. Melalui Capoiera namanya makin melambung. Bahkan Volland identik dengan Capoiera. Meski sudah dikenal, Volland mengaku, sampai saat ini belum bertemu Barry Prima.
Beberapa pihak telah berupaya mempertemukan mereka. Namun gagal lantaran ada suatu hal. Volland tak patah semangat. Ia yakin suatu saat akan bertemu idolanya sewaktu kecil.
No comments:
Post a Comment